AWAS!! BAHAYA!!
BANYAK PENGANUT FAHAM TEORI KONSPIRASI RADIKAL - Sebagai seorang
penganut agama islam, rasa-rasanya istilah ‘faham radikal’ sudah bukan hal
asing lagi bagi kami. Bagaimana tidak, hampir tiap kali ada kasus-kasus penting
yang harusnya muncul dimedia arus utama, pasti tertutupi beritanya sama berita
radikalisme.
Tiap ada tokoh
yang vokal mengkritisi pemerintah, pasti sering kali dikaitkan dengan kelompok berfaham radikal. Bagaimana itu nggak
bikin kita jadi familiar banget sama istilah tersebut.
Jika dikaitkan
dengan penganut teori konspirasi, rasa-rasanya tidak jauh berbeda, bukan soal
tuduh-menuduhnya lho ini, ini soal keberadaan orang-orang berfaham radikal,
dalam sekte penganut teori konspirasi.
Gara-gara
keberadaan orang-orang atau kelompok-kelompok berfaham konspirasi radikal ini,
banyak penganut teori lainnya juga ikut kena imbas. Padahal nggak semua
penganut teori konspirasi itu berfaham radikal, ada juga kok yang ‘berfaham
moderat’.
Perlu diketahui,
faham teori konspirasi itu, banyak sekali mazhabmya, ada yang bermazhab bumi datar, vaksin itu nggak baik, elit
global penguasa dunia, new world order, iluminati, corona itu buatan laboratorium, sampai
yang agama adalah konspirasi, dan
lain-lain.
Di dalam satu
mazhab juga, banyak sekali percabangannya, misalkan nih, dalam mazhab ‘corona
itu buatan laboratorium’, ada aliran yang mengatakan itu buatan china, ada yang
mengatakan itu buatan amerika, ada juga yang mengatakan itu buatan wahyudi.
Jadi sebagai
salah seorang penganut faham konspirasi yang baik, saya merasa punya kewajiban
untuk meluruskan semua ini, biar semua nggak salah faham.
Seperti hal nya
penganut faham-faham yang lain, faham konspirasi juga punya banyak ‘ulama rujukan’
(ulama dalam artian tokoh yang didengerin ini lho ya,,, bukan yang lain), Seperti
Bos Darling sebagai imam mazhabnya bumi datar, Yong lex sebagai imam mazhabnya new
world order, vasco sebagai imam mazhabnya iluminati, dan lain-lain.
Dan yang
sekarang lagi rame, adalah mazhabnya Jernix SID, yang mengtakan ‘agama adalah
konspirasi’. Mazhab ini, banayak yang mengatakan dia udah jauh melenceng dari
aqidah ahlu-faham konspirasi wal jama’ah
yang baik dan benar.
Gara-gara
kesesatan mazhab ini, banyak mazhab-mazhab faham konspirasi lainnya kena imbas.
Orang-orang ‘non konspirasi’ yang sebelumnya mulai tertarik dengan faham
konspirasi gara-gara covid-19, hanya karena satu faham ini, malah jadi ambyar,
dan sebaliknya malah makin nggak respek sama faham konspirasi secara umum.
Bahkan orang-orang
‘non konspirasi’ yang nggak tau
apa-apa, ada mengatakan “Teori konspirasi amat
menarik bagi mereka yang kesulitan memahami dunia yang rumit dan tidak memiliki
kesabaran untuk penjelasan yang tak dramatis. Teori konspirasi juga menarik
untuk dorongan narsisme yang kuat, ada orang orang yang Lebih memilih percaya
pada omong kosong yang rumit, dari pada menerima bahwa ada hal-hal yang berada
di luar pengetahuannya”.
Haduuh... jadi ambyar kan kalo udah kayak gini, orang-orang
yang belum faham malah menggeneralisir begitu. Yang saya takutkan, bisa-bisa
nanti orang-orang pada ‘konspirasimophbia’.
Dan bisa menyebabkan orang-orang yang percaya faham konspirasi jadi
dikucilkan di masyarakat. Kan ini bahaya...
Makanya saya lama-lama jadi mikir, jangan-jangan mazhabnya Jernix
ini, sengaja dibuat oleh orang-orang yang nggak suka sama faham konspirasi,
gara-gara dia merasa dirugikan karena keberadaan faham konspirasi.
Jangan-jangan Jernix antek-antek wahyudi lagi, aduh... makin
ngeri aja.
Terakhir nih, pesan saya buat teman-teman yang berfaham ‘non
konspirasi’, kalian jangan menggeneralisir. Bisa aja ada orang yang meyakini
ada elit global yang merencanakan new world order, tapi dia tidak meyakini bumi
datar, bisa juga sebaliknya, dia meyakini bumi itu datar dan nggak percaya ada
elit global.
Yang jelas, penganut teori konspirasi itu, nggak sesederhana
itu. Namanya juga faham teori manusia, nggak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya
milik Allah.

Menurut saya Kata " Radikal" yang sering dilontarkan pemerintah terhadap Para Kritikus islam yang sering mengkritik pemerintahan,hanyalah upaya pemerintah untuk menjaga nama baik kelompok tertentu dan pemerintah itu sendiri saja, bukan semata-mata untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman yang berasal dari dalam negeri . Hal ini dapat dilihat dari sikap pemerintah yang sangat dingin terhadap isu kebangkitan PKI,yang dibuktikan dengan upaya penyingkiran TAP MPRS tentang Komunisme di RUU HIP. Bahkan yang berkomentar akan hal itu hanyalah mereka yang berasal dari golongan yang disebut sebagai Golongan Radikalis.
BalasHapusLalu kemanakah mereka yang mengaku diri sebagai kaum Pancasilais?. kemanakah mereka yang mengaku penjaga NKRI?.
Bukankah Ideologi Komunis itu adalah ideologi terlarang di Indonesia, karena tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945?