Sabtu, 16 Mei 2020

AWAS!! BAHAYA!! BANYAK PENGANUT FAHAM TEORI KONSPIRASI RADIKAL

AWAS!! BAHAYA!! BANYAK PENGANUT FAHAM TEORI KONSPIRASI RADIKAL - Sebagai seorang penganut agama islam, rasa-rasanya istilah ‘faham radikal’ sudah bukan hal asing lagi bagi kami. Bagaimana tidak, hampir tiap kali ada kasus-kasus penting yang harusnya muncul dimedia arus utama, pasti tertutupi beritanya sama berita radikalisme.

Tiap ada tokoh yang vokal mengkritisi pemerintah, pasti sering kali dikaitkan dengan  kelompok berfaham radikal. Bagaimana itu nggak bikin kita jadi familiar banget sama istilah tersebut.

Jika dikaitkan dengan penganut teori konspirasi, rasa-rasanya tidak jauh berbeda, bukan soal tuduh-menuduhnya lho ini, ini soal keberadaan orang-orang berfaham radikal, dalam sekte penganut teori konspirasi.




Gara-gara keberadaan orang-orang atau kelompok-kelompok berfaham konspirasi radikal ini, banyak penganut teori lainnya juga ikut kena imbas. Padahal nggak semua penganut teori konspirasi itu berfaham radikal, ada juga kok yang ‘berfaham moderat’.

Perlu diketahui, faham teori konspirasi itu, banyak sekali mazhabmya, ada yang bermazhab bumi datar, vaksin itu nggak baik, elit global penguasa dunia, new world order, iluminati,  corona itu buatan laboratorium, sampai yang agama adalah konspirasi, dan lain-lain.

Di dalam satu mazhab juga, banyak sekali percabangannya, misalkan nih, dalam mazhab ‘corona itu buatan laboratorium’, ada aliran yang mengatakan itu buatan china, ada yang mengatakan itu buatan amerika, ada juga yang mengatakan itu buatan wahyudi.

Jadi sebagai salah seorang penganut faham konspirasi yang baik, saya merasa punya kewajiban untuk meluruskan semua ini, biar semua  nggak salah faham.

Seperti hal nya penganut faham-faham yang lain, faham konspirasi juga punya banyak ‘ulama rujukan’ (ulama dalam artian tokoh yang didengerin ini lho ya,,, bukan yang lain), Seperti Bos Darling sebagai imam mazhabnya bumi datar, Yong lex sebagai imam mazhabnya new world order, vasco sebagai imam mazhabnya iluminati, dan lain-lain.

Dan yang sekarang lagi rame, adalah mazhabnya Jernix SID, yang mengtakan ‘agama adalah konspirasi’. Mazhab ini, banayak yang mengatakan dia udah jauh melenceng dari aqidah ahlu-faham konspirasi wal jama’ah yang baik dan benar.

Gara-gara kesesatan mazhab ini, banyak mazhab-mazhab faham konspirasi lainnya kena imbas. Orang-orang ‘non konspirasi’ yang sebelumnya mulai tertarik dengan faham konspirasi gara-gara covid-19, hanya karena satu faham ini, malah jadi ambyar, dan sebaliknya malah makin nggak respek sama faham konspirasi secara umum.

Bahkan orang-orang ‘non konspirasi’ yang nggak tau apa-apa, ada mengatakan Teori konspirasi amat menarik bagi mereka yang kesulitan memahami dunia yang rumit dan tidak memiliki kesabaran untuk penjelasan yang tak dramatis. Teori konspirasi juga menarik untuk dorongan narsisme yang kuat, ada orang orang yang Lebih memilih percaya pada omong kosong yang rumit, dari pada menerima bahwa ada hal-hal yang berada di luar pengetahuannya”.

Haduuh... jadi ambyar kan kalo udah kayak gini, orang-orang yang belum faham malah menggeneralisir begitu. Yang saya takutkan, bisa-bisa nanti orang-orang pada ‘konspirasimophbia’. Dan bisa menyebabkan orang-orang yang percaya faham konspirasi jadi dikucilkan di masyarakat. Kan ini bahaya...

Makanya saya lama-lama jadi mikir, jangan-jangan mazhabnya Jernix ini, sengaja dibuat oleh orang-orang yang nggak suka sama faham konspirasi, gara-gara dia merasa dirugikan karena keberadaan faham konspirasi.

Jangan-jangan Jernix antek-antek wahyudi lagi, aduh... makin ngeri aja.

Terakhir nih, pesan saya buat teman-teman yang berfaham ‘non konspirasi’, kalian jangan menggeneralisir. Bisa aja ada orang yang meyakini ada elit global yang merencanakan new world order, tapi dia tidak meyakini bumi datar, bisa juga sebaliknya, dia meyakini bumi itu datar dan nggak percaya ada elit global.

Yang jelas, penganut teori konspirasi itu, nggak sesederhana itu. Namanya juga faham teori manusia, nggak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Allah.



1 komentar:

  1. Menurut saya Kata " Radikal" yang sering dilontarkan pemerintah terhadap Para Kritikus islam yang sering mengkritik pemerintahan,hanyalah upaya pemerintah untuk menjaga nama baik kelompok tertentu dan pemerintah itu sendiri saja, bukan semata-mata untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman yang berasal dari dalam negeri . Hal ini dapat dilihat dari sikap pemerintah yang sangat dingin terhadap isu kebangkitan PKI,yang dibuktikan dengan upaya penyingkiran TAP MPRS tentang Komunisme di RUU HIP. Bahkan yang berkomentar akan hal itu hanyalah mereka yang berasal dari golongan yang disebut sebagai Golongan Radikalis.
    Lalu kemanakah mereka yang mengaku diri sebagai kaum Pancasilais?. kemanakah mereka yang mengaku penjaga NKRI?.
    Bukankah Ideologi Komunis itu adalah ideologi terlarang di Indonesia, karena tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945?

    BalasHapus

Artikel Populer

INDONESIA TANPA PACARAN, GERAKAN PEMERSATU AKTIVIS DAKWAH

- INDONESIA TANPA PACARAN, GERAKAN PEMERSATU AKTIVIS DAKWAH Gerakan #IndonesiaTanpaPacaran atau ITP adalah suatu gerakan di media social y...