Jumat, 26 Juli 2019

IRONI SEKOLAH NEGRI-SWASTA DI PEDESAAN

IRONI SEKOLAH NEGRI-SWASTA DI PEDESAAN - Dunia pendidikan Indonesia memang tak ada habisnya untuk dibahas, dan dikupas.

Yang menjadi ironi pembahasan soal pendidikan indonesia, bukan seperti dinagara-negara lain yang bicara soal prestasi, akan tetapi yang banyak diperbincangakan di Indoneaia justru soal permasalahan-permasalahan yang tak kunjung terselesaikan.

Source : qureta.com


Mulai dari permasalahan kesejahtraan guru yang makin hari makin memperihatinkan, sampai-sampai ada yang tinggal di WC sekolah karena permasalahan gaji yang jauh dari kata layak.


Hingga permasalahan-permasalahan amoral para siswa yang kerap melakukan tindakan kurang ajar kepada guru, yang kerap kali menjadi viral dimedia sosial dan menjadi konsumsi publik.


Ditahun ajaran baru sekarang ini, dunia pendidikan indonesia lembali diributkan oleh pro-kontra aturan pemerintah soal sistem zonasi sekolah, dimana siswa hanya boleh masuk sekolah sesuai dengan daerah tempat tinggalnya.


Aturan tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan hangat ditengah-tengah masyarakat.


Ditengah sekian banyak permasalahan pendidikan indonesia, ada suatu ironi yang kerap terlupakan, yakni soal kontrdiksi Sekolah negri-swasta diperkotaan dan didesa.


Para orang tua siswa di perkotaan punya ungkapan yang mungkin sering kita dengar "kalo punya uang banyak, lebih baik masuk sekolah swasta aja, disana fasilitasnya terjamin, dan guru-gurunya berkompeten".

"Tapi kalo uang pas-pasan masuk sekolah Negri aja, biayanya murah, kan ditanggung oleh negara"


Berbanding terbalik dengan keadaan didesa, dimana justru sekolah yang banyak mengeluarkan biaya justru disekolah negri sedangkan sekolah swasta (seperti sekolah Muhammadiyah atau NU) justru menggratiskan para siswanya.


Ini jelas sebuah kontradiksi yang perlu diangkat kepermukaan agar masyrakat dapat mengetahui keadaan pendidikan pedesaan.


Beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang dengan salah satu teman yang tahun ini baru masuk SMA. Dia mengatakan dia ingin masuk SMK Negri, dan sudah lulus dalam tes masuk di SMK tersebut, namun dia mengurungkan niatnya melanjutkan ke SMK, dan memilih masuk Sekolah swasta karena terhalang masalah biaya.


Benar-benar membuat miris sekali, Yang seharusnya sekolah negri adalah menjadi pilihan terakhir disaat tidak ada biaya. Justru sekolah swastalah yang memberikan biaya gratis kepada Masyarakat.

jangan sampai ada Anak-anak pedesaan yang gagal melanjutkan Sekolahnya ke sekolah negri hanya karena masalah biaya.

Jangan sampai pembiayaan pendidikan dari pemerintah lebih sedikit dari pembiayaan suatu yayasan swasta.

Jangan sampai Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan "Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan” hanya menjadi pajangan belaka.


Padahal seharusnya itu adalah tanggung jawab pemerintah.

Seolah-olah Pemerintah terkesan pelit.


"Swasta aja gratis, masa yg Negri harus bayar".


Padahal Anak-anak pedesaan juga berhak atas pendidikan dan masa depan yang layak. Jangan sampai pemerintah menganaktirikan anak-anak pedesaan dalam memperoleh pendidikan.


Terimakasih.

@Aziz_lintang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Populer

INDONESIA TANPA PACARAN, GERAKAN PEMERSATU AKTIVIS DAKWAH

- INDONESIA TANPA PACARAN, GERAKAN PEMERSATU AKTIVIS DAKWAH Gerakan #IndonesiaTanpaPacaran atau ITP adalah suatu gerakan di media social y...